View photo
  • 3 days ago
  • 508435

Makin banyak mengingat Allah, makin sedikit yang perlu dikhawatirkan.

(via dentykusuma)
View quote
  • 3 days ago
  • 118
  • AnonymousHalo kak maaf random maaf juga kalau anon._. Jujur saya mungkin punya masalah dengan hati saya.. Kalau dulu pelampiasan emosional saya dengan menangis kini rasanya: "buat apa menangis? Buat apa cerita ke orang? Ini masalah kita sendiri kok..." Lama kelamaan saya mulai merasa acuh dan acuh dengan sekitar, rasanya saya seperti kertas kosong.. Susah dideskripsikan;-; Allah MahaTahu masalah hamba-Nya.. Apakah ini termasuk cobaan kak?
  • halo anon :3

    jangan takut menangis, bersyukurlah bisa menangis karna menangis biasanya akan melembutkan hati kita, apalagi menangis karna takut sama Allah :’3

    karna lola pernah baca tapi lupa dimana, bahwa airmata karena menangis itu mengandung racun yang bisa membersihkan diri kita itulah sebabnya kenapa kita kalo abis nangis merasa lega. padahal masalah belum selesai tapi…. kita lega \:D/

    lalu setelah menangis, entah kenapa semuanya terasa jelas. tiba tiba aja pikiran kita jadi jernih dan kita pelan pelan bisa menyelesaikan masalah kita satu persatu. insyaAllah :3

    hm, bener kok buat apa cerita ke orang. emang ga semua masalah kita mesti kita ceritakan ke orang, orang boleh tau kita sedih tapi orang gaboleh tau sesedih apa kita. cukup mereka tau kulit luarnya aja. nah selebihnya baru kita curhatkan kepada Allah Yang meskipun Dia udah tau masalah kita dan solusinya, Dia tetap aja dengerin kita, tetap aja ada buat kita.

    ustad rahmadi pernah bilang, “… karna segala sumber kekuatan itu ada pada Allah. Maka ketika kuatnya hubungan kita dengan Allah, Allah akan kasih kekuatan kepada kita yang kita sendiri tidak tau ntah darimana datangnya.”

    jadi jangan merasa seperti kertas kosong, kita mesti kuat . mesti sanggup . mesti lawan ketakutan ketakutan kita. apapun masalahnya, terima lalu minta sama Allah buat kuatkan kita :3

    lola kasih tau rahasia satu yah, bahwa ketika kita ingin hati kita bahagia, ingin jiwa kita merasa hidup dan gak kosong, salah satu caranya adalah dengan menolong orang lain. membuat orang lain gembira :D coba deh, tolong teman ambilin penanya yang jatuh trus dia bilang makasih, pasti kita senang.

    traktir teman air mineral pas lagi panas panasnya, trus dia senang kita pun senang lalu hal hal kecil seperti itulah yang terkadang bisa membuat kita bahagia dan jiwa kita terisi :D

    hehehe maaf ya jawabannya apa adanya ._.

    wallahu’alam.

View answer
  • 3 days ago
  • 5

Doa yang paling diangkat Allah adalah doa di saat hambaNya benar-benar sempit, buntu namun masih meletakkan 100% keyakinan pada Allah

Habib Ali (via bukangadisbiasa)
View quote
  • 4 days ago
  • 537

Hati yang sepi dari doa
dan pujian kepada Tuhan -
mudah gelisah, tak sabaran,
dan marah tanpa sebab.

Mario Teguh (via marioteguh)
View quote
  • 4 days ago
  • 52

Langit tidak perlu menjelaskan pada dunia bahwa dirinya tinggi

Anonymous (via dokterfina)
View quote
  • 4 days ago
  • 201
View photo
  • 4 days ago
  • 761
View photo
  • 4 days ago
  • 61602

Everyone you meet has something to teach you.

(via makhluktuhan)
View quote
  • 4 days ago
  • 930
View photo
  • #gaksusah #pastibisa #jangannangis #inter2 #pastiditolongallah
  • 4 days ago
  • 29
View photo
  • 5 days ago
  • 78149

Berjilbab Hijau? Lakukanlah Sesuatu!

herricahyadi:

Pagi tadi saya membaca berita di web Liputan 6 mengenai proses pidana korupsi seorang Bupati. Judul artikel tersebut sangat nyentrik menurut saya, yaitu Berjilbab Hijau, Istri Bupati Rachmat Yasin Diperiksa Singkat KPK. Menjadi pertanyaan besar bagi saya adalah apa hubungannya antara artikel dengan jilbab hijau istri bupati tersebut? Kenapa jilbabnya yang dijadikan judul? Ini membuat saya gerah. Ada yang salah dari judul ini.

Lalu saya mencoba untuk menjelaskan duduk permasalahannya. Bisa dibaca di sini:

image

Well, itu fakta—menurut hemat saya. Bahwa, sebagian besar media mainstream mencitrakan Islam—atau apa saja simbol yang berkaitan dengan Islam—dengan sangat buruk.

Saya bukan tipikal orang yang bisa menerima atau menolak sesuatu tanpa alasan atau tindakan nyata. Saya coba untuk mencari tahu siapa penulisnya dan akan saya tanyakan langsung maksud dari penulisan judul itu apa. Ini pernah saya lakukan sebelumnya dalam rangka apresiasi berita di web lain. Dan itu berhasil.

Saya coba mention si penulis melalui twitter. Hasilnya ternyata seperti ini:

image

Ternyata beliau mengaku menulis, tapi bukan itu judulnya. Di sini kita bisa mengambil pelajaran singkat bahwa editor atau redaktur memang penentu apa yang harus naik tayang. Bisa mengubah isi maupun judul berita. Ini sisi lain pembahasan. Tapi yang jelas, janganlah ragu untuk menyampaikan keberatan di media atau sosial media. Selama kita yakin ada yang tidak sesuai, sampaikanlah. Saya mention penulis berita di Liputan 6, lalu dibalas dengan segera. Kita bisa ambil banyak pelajaran dari jawaban beliau. Masalah nanti diubah atau tidak, itu belakangan. Yang penting kita telah melakukan sesuatu. 

Dan, ternyata it works! Judul berita yang tidak penting mengikutsertakan “jilbab hijau” menghilang. Menjadi seperti ini:

image

Saya ingin mengajak kepada teman-teman di sini agar proaktif melakukan perubahan atau kritik sosial. Jika ada yang tidak sesuai dengan norma agama, masyarakat, dsb, lantangkan suaranya. Berikan komentar dan lakukan sesuatu. Jika ada berita yang menyudutkan dan tidak sesuai dengan fakta, jangan hanya mencaci dengan perkataan kasar atau sebutan seperti “oon”, “metro mini”, “tempe”, dsb. Tapi lakukan sesuatu. 

Kita belajar dewasa dari banyak hal, termasuk dewasa menyikapi sesuatu yang tidak pada tempatnya. Ayo terus bergerak mengawal perubahan bangsa ke arah yang lebih positif!

View text
  • 5 days ago
  • 90

pasirwaktu:

Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dicek adalah inbox.
Hari ini dia melihat sesuatu yang tidak pernah dia pedulikan selama ini. Ada 2 dua pesan yang selama ini ia abaikan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua…..dia membukanya.
Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu.

Diapun mulai membaca isinya:

“Assalamu’alaikum. Ini kali pertama Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun kawan Bapak yang mengajarkan.

Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah !

Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki Bapak sudah bisa me-manggil2 Bapak, sudah bisa me-manggil2 Ibunya”.

Bapak sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya dengan mendengar gelak tawamu.

Saat kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu dalam perjalanan.

Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya.

Bapak jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang pandai dan taat beribadah.

Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam2 waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara kawan2mu sudah memiliki.

Ketika kamu masuk SMP kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika pulang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu.

Kamu sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari kami saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu.

Ketika mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu pulang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.

Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?

Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi.

Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu.

Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu lagi.

Bapak tidak minta banyak…

Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.

Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Alloh.
Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Alloh.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.

Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ”

Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira……………….
Bagaimana tidak ?
Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya…

View text
  • 5 days ago
  • 49
x